Bekal Umrah Lengkap: Pengertian, Keutamaan, Ihram, dan Miqat

Muqaddimah

Umrah adalah salah satu ibadah agung dalam Islam yang memiliki keutamaan besar dan tata cara yang jelas. Agar ibadah umrah terlaksana dengan benar dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, setiap muslim hendaknya memahami pengertian, hukum, keutamaan, serta aturan-aturan penting yang berkaitan dengannya, terutama masalah ihram dan miqat.

Pengertian dan Hukum Umrah

Secara bahasa, umrah berarti ziarah atau berkunjung. Adapun secara syariat, umrah adalah ibadah kepada Allah ﷻ dengan melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwa, serta mencukur atau memendekkan rambut.

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum umrah. Sebagian berpendapat sunnah, namun pendapat yang lebih kuat menyatakan bahwa umrah hukumnya wajib bagi yang mampu.

Keutamaan Umrah

Umrah memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai penghapus dosa. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa umrah yang satu ke umrah berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya. Selain itu, haji dan umrah juga dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana api membersihkan karat dari besi, emas, dan perak.

Karena keutamaannya ini, para ulama menganjurkan untuk mengulang umrah bagi orang yang telah menunaikan kewajibannya dan memiliki kemampuan, tanpa mengabaikan kewajiban sosial seperti zakat dan sedekah.

Umrah sebagai Jihad

Bagi wanita, haji dan umrah merupakan bentuk jihad tanpa peperangan. Hal ini ditegaskan dalam hadits Rasulullah ﷺ ketika menjawab pertanyaan ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bahwa jihad terbaik bagi wanita adalah haji yang mabrur serta umrah.

Tata Cara Umrah Secara Ringkas

Secara umum, tata cara umrah meliputi:

  1. Mandi dan memakai wewangian sebelum ihram.
  2. Memakai pakaian ihram.
  3. Berniat umrah dengan mengucapkan Labbaik ‘Umratan.
  4. Bertalbiyah hingga memulai thawaf.
  5. Thawaf sebanyak tujuh putaran.
  6. Shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.
  7. Sa’i antara Shafa dan Marwa sebanyak tujuh kali.
  8. Mencukur atau memendekkan rambut sebagai tanda tahallul.

Ihram dan Larangannya

Ihram adalah keadaan suci yang memiliki larangan-larangan tertentu, seperti memotong rambut dan kuku, memakai wewangian setelah niat ihram, menutup kepala bagi laki-laki, memakai pakaian yang membentuk anggota tubuh bagi laki-laki, berburu hewan darat, serta melakukan akad nikah atau hubungan suami istri.

Tidak semua pelanggaran ihram mewajibkan fidyah. Pelanggaran karena lupa, tidak tahu, atau terpaksa tidak berdosa dan tidak wajib fidyah. Namun pelanggaran sengaja tanpa uzur mewajibkan fidyah dan taubat.

Miqat dan Ketentuannya

Miqat adalah batas tempat atau waktu yang ditentukan untuk memulai ihram. Jamaah umrah Indonesia wajib berihram sebelum melewati miqat, baik dari darat maupun udara. Bandara Jeddah bukan miqat bagi jamaah Indonesia, sehingga niat ihram harus dilakukan di pesawat sebelum mendarat.

Memahami miqat dengan benar sangat penting agar umrah sah dan terhindar dari kewajiban membayar dam.

Penutup

Pemahaman yang benar tentang umrah, mulai dari pengertian, keutamaan, tata cara, hingga larangan ihram dan miqat, akan membantu jamaah melaksanakan ibadah dengan lebih tenang, khusyuk, dan sesuai sunnah. Semoga Allah ﷻ menerima amal ibadah umrah kita semua.