Fikih Dzikir Pagi dan Petang: Keutamaan, Waktu, dan Adabnya

Muqaddimah

Kebutuhan seorang hamba terhadap dzikir—mengingat Allah ﷻ—lebih besar daripada kebutuhannya terhadap makanan dan minuman. Dengan berdzikir, hati menjadi tenteram, jiwa menjadi tenang, dan hidup terasa lebih bermakna. Bahkan, Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan bahwa dzikir memiliki puluhan keutamaan dan manfaat, baik untuk kehidupan agama maupun urusan dunia.

Dzikir pagi dan petang merupakan amalan agung yang disyariatkan secara khusus karena waktu pagi dan petang adalah waktu yang mulia, penuh keberkahan, serta disaksikan oleh para malaikat.

Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang

Dzikir pagi dan petang memiliki banyak manfaat, di antaranya:

  1. Menjaga lisan dari dosa seperti ghibah, namimah, dan perkataan sia-sia.
  2. Mendapatkan balasan langsung dari Allah ﷻ, karena siapa yang mengingat Allah maka Allah akan mengingatnya.
  3. Menenangkan hati, menghilangkan kegelisahan, dan mencegah stres.
  4. Menguatkan tauhid dan memantapkan akidah seorang Muslim.
  5. Menumbuhkan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi ujian hidup.
  6. Menjadi benteng perlindungan dari berbagai keburukan, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, seperti gangguan setan dan hasad manusia.

Motivasi Al-Qur’an untuk Berdzikir di Waktu Pagi dan Petang

Allah ﷻ secara khusus memerintahkan hamba-Nya untuk berdzikir di waktu pagi dan petang. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa pengkhususan dua waktu ini menunjukkan keutamaan dan kemuliaannya dibanding waktu-waktu lain, serta karena pada dua waktu tersebut seorang hamba lebih mudah menghadirkan hati dalam ibadah.

Waktu Dzikir Pagi dan Petang

Pendapat yang paling kuat menjelaskan bahwa:

  • Dzikir pagi dimulai dari terbit fajar (setelah adzan Subuh) hingga matahari naik di waktu duha.
  • Dzikir petang dimulai dari setelah shalat Ashar hingga shalat Isya, atau mendekati Isya.
  • Dzikir yang secara khusus disebut dibaca pada malam hari, maka waktunya adalah setelah matahari terbenam.

Semakin awal seseorang membaca dzikir pagi, maka semakin cepat pula penjagaan Allah ﷻ didapatkan.

Adab-Adab dalam Berdzikir

Agar dzikir pagi dan petang memberi manfaat maksimal, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan:

  1. Membaca dzikir yang shahih dari Rasulullah ﷺ.
  2. Membacanya dengan penghayatan dan memahami maknanya.
  3. Menghadirkan rasa butuh dan ketergantungan kepada Allah ﷻ.
  4. Dianjurkan membaca seluruh dzikir, namun boleh membaca sebagian jika tidak sempat.
  5. Dibaca dengan suara lirih dan tidak mengganggu orang lain.
  6. Tidak disyariatkan mengangkat tangan atau membaca secara berjamaah.
  7. Tidak disyaratkan harus dalam keadaan suci, meskipun bersuci lebih utama.

Dzikir Pagi dan Petang sebagai Benteng Kehidupan

Dzikir pagi dan petang bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan benteng harian seorang Muslim. Dengan menjaga dzikir ini, seorang hamba akan merasakan ketenangan hati, kelapangan dada, serta kemudahan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Bahkan ketika musibah datang, dzikir menjadi sebab datangnya pertolongan dan jalan keluar dari Allah ﷻ.

Penutup

Dzikir pagi dan petang adalah amalan ringan namun memiliki dampak yang sangat besar dalam kehidupan seorang Muslim. Ia menguatkan iman, menjaga hati, dan menjadi perlindungan sepanjang hari dan malam. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap Muslim membiasakan diri untuk menjaga dzikir pagi dan petang sebagai bagian dari ibadah harian.