Pendahuluan
Mempelajari sejarah Nabi Muhammad ﷺ (sirah nabawiyah) merupakan bagian penting dari ajaran Islam. Para ulama dan generasi salaf terdahulu menaruh perhatian besar terhadap sirah Nabi ﷺ, bahkan mereka mempelajarinya dengan kesungguhan yang sama seperti mempelajari Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa sirah Nabi bukan sekadar cerita sejarah, melainkan sumber ilmu dunia dan akhirat.
Perhatian Para Salaf terhadap Sirah Nabi ﷺ
Para ulama terdahulu sangat serius dalam mengajarkan sejarah Rasulullah ﷺ. Diriwayatkan bahwa ‘Ali bin al-Husain rahimahullah mengatakan bahwa mereka diajari tentang peperangan dan perjalanan hidup Nabi ﷺ sebagaimana diajari surat-surat Al-Qur’an. Hal ini menegaskan bahwa sirah Nabi adalah bagian penting dari pendidikan keislaman.
Imam Az-Zuhri rahimahullah juga menyatakan bahwa dalam ilmu sirah Nabi terdapat ilmu dunia dan akhirat. Artinya, dari sirah Rasulullah ﷺ umat Islam dapat mengambil pelajaran tentang akidah, ibadah, akhlak, kepemimpinan, hingga kehidupan sosial.
Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ
Rasulullah ﷺ lahir di Makkah pada Tahun Gajah, tahun ketika Allah ﷻ menggagalkan pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah melalui peristiwa yang diabadikan dalam Surah Al-Fil. Nabi Muhammad ﷺ lahir sebagai anak yatim karena ayahnya, Abdullah, wafat sebelum beliau dilahirkan.
Setelah ibunya, Aminah, wafat, Nabi diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib. Ketika Abdul Muthalib meninggal, Nabi Muhammad ﷺ kemudian diasuh oleh pamannya, Abu Thalib, yang dikenal sebagai sosok dermawan meskipun hidup dalam keterbatasan.
Wahyu Pertama dan Awal Kenabian
Sebelum diangkat menjadi Rasul, Nabi Muhammad ﷺ telah menunjukkan tanda-tanda keistimewaan dan penjagaan Allah ﷻ. Puncaknya adalah ketika beliau menerima wahyu pertama di Gua Hira melalui Malaikat Jibril, yaitu ayat pertama Surah Al-‘Alaq yang memerintahkan untuk membaca atas nama Allah.
Peristiwa ini menandai dimulainya risalah kenabian Nabi Muhammad ﷺ sebagai Rasul terakhir yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Dakwah Secara Rahasia dan Terang-terangan
Pada awalnya, Rasulullah ﷺ berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Orang-orang pertama yang memeluk Islam di antaranya adalah Khadijah, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, Ummu Aiman, dan Bilal bin Rabah.
Setelah itu, Allah ﷻ memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk berdakwah secara terang-terangan sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Hijr ayat 94. Sejak saat itu, dakwah Islam disampaikan secara terbuka meskipun menghadapi berbagai tantangan dan penentangan.
Zakat dan Kurban di Zaman Rasulullah ﷺ
Kewajiban zakat mulai diberlakukan pada tahun kedua Hijriyah setelah kaum Muslimin mulai stabil kehidupannya di Madinah. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa zakat diambil dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang miskin sebagai bentuk kepedulian sosial dan keadilan ekonomi.
Adapun ibadah kurban, Rasulullah ﷺ mencontohkannya secara langsung, terutama saat Haji Wada. Beliau menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan penguatan nilai pengorbanan dalam Islam.
Peristiwa Isra’ Mi’raj
Setelah wafatnya Abu Thalib dan Khadijah radhiallahu ‘anha, Allah ﷻ menghibur Rasulullah ﷺ dengan peristiwa agung Isra’ Mi’raj. Dalam peristiwa ini, Rasulullah ﷺ diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit hingga Sidratul Muntaha. Pada peristiwa inilah Allah mewajibkan shalat lima waktu kepada umat Islam.
Mukjizat-Mukjizat Rasulullah ﷺ
Mukjizat terbesar Rasulullah ﷺ adalah Al-Qur’an yang kekal hingga akhir zaman. Selain itu, Rasulullah ﷺ juga diberikan mukjizat lain seperti membelah bulan dan menyembuhkan penyakit atas izin Allah ﷻ. Mukjizat-mukjizat ini menjadi bukti kebenaran risalah yang beliau bawa.
Wafatnya Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ wafat di Madinah dan meninggalkan duka mendalam bagi umat Islam. Dalam peristiwa wafatnya beliau, Abu Bakar Ash-Shiddiq menegaskan bahwa siapa yang menyembah Muhammad ﷺ, maka Muhammad telah wafat, namun siapa yang menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Pernyataan ini menguatkan akidah umat Islam bahwa ibadah hanya ditujukan kepada Allah ﷻ semata.
Penutup
Mempelajari sejarah Rasulullah ﷺ bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga mengambil teladan dalam akidah, ibadah, akhlak, dan perjuangan hidup. Sirah Nabi ﷺ adalah sumber inspirasi dan pedoman bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan di dunia dan mempersiapkan diri untuk akhirat.

