Pendahuluan
Kota Madinah adalah kota yang sangat dicintai dan dirindukan oleh kaum Muslimin. Di kota inilah Rasulullah ﷺ tinggal, berdakwah, membangun peradaban Islam, serta dimakamkan. Madinah memiliki keutamaan dan kemuliaan yang tidak dimiliki oleh kota lain, sebagaimana dijelaskan dalam banyak hadits shahih.
Madinah sebagai Kota Haram
Allah ﷻ menjadikan Madinah sebagai kota haram sebagaimana Makkah. Di kota ini diharamkan menumpahkan darah, berburu hewan, memotong pohon berduri, serta membawa senjata untuk tujuan peperangan. Keharaman ini menunjukkan kesucian dan kemuliaan Madinah sebagai kota pilihan Allah.
Madinah Kota yang Baik dan Suci
Rasulullah ﷺ menamai Madinah dengan sebutan Thābah atau Thayyibah, yang bermakna baik dan suci. Kota ini dibersihkan dari kesyirikan dan dijadikan tempat yang menenangkan hati serta menumbuhkan keimanan bagi siapa pun yang tinggal dan beribadah di dalamnya.
Tempat Kembalinya Iman
Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa iman akan kembali ke Madinah sebagaimana ular kembali ke sarangnya. Sejak dahulu hingga kini, Madinah menjadi tujuan kaum beriman untuk menuntut ilmu, memperbaiki ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah, khususnya dengan beribadah di Masjid Nabawi.
Jaminan Syafaat dan Perlindungan
Orang-orang yang tinggal di Madinah dan bersabar atas kesulitan hidup di dalamnya mendapatkan keutamaan besar, yaitu syafaat Rasulullah ﷺ pada hari kiamat. Selain itu, Madinah dijaga oleh para malaikat sehingga tidak akan dimasuki wabah tha’un dan tidak akan dimasuki Dajjal.
Ancaman bagi yang Berniat Buruk terhadap Madinah
Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras bagi siapa saja yang berniat jahat terhadap Madinah dan penduduknya. Allah ﷻ akan membinasakan orang tersebut sebagaimana logam yang dilelehkan. Hal ini menunjukkan betapa besar kehormatan kota Madinah di sisi Allah.
Masjid Nabawi: Pusat Peradaban Islam
Masjid Nabawi adalah masjid yang dibangun langsung oleh Rasulullah ﷺ di atas dasar takwa. Masjid ini menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan pemerintahan Islam pada masa awal. Shalat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan besar, yaitu bernilai seribu kali lipat dibandingkan shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.
Keutamaan Ar-Raudhah
Di dalam Masjid Nabawi terdapat Ar-Raudhah, yaitu area antara rumah Rasulullah ﷺ dan mimbar beliau, yang disebut sebagai taman dari taman-taman surga. Beribadah di Raudhah sangat dianjurkan, namun tetap harus menjaga adab, tidak menyakiti jamaah lain, dan tidak menganggapnya sebagai kewajiban.
Ziarah Kubur Nabi ﷺ
Ziarah ke kubur Rasulullah ﷺ di Madinah adalah amalan yang disunnahkan. Seorang Muslim dianjurkan mengucapkan salam dengan penuh adab dan suara lirih, tanpa melakukan perbuatan bid’ah seperti mengusap atau mencium dinding kubur, thawaf, atau meminta-minta kepada Nabi ﷺ. Inti ziarah adalah mendoakan dan meneladani beliau, bukan mengagungkan kuburannya.
Penutup
Madinah adalah kota penuh keberkahan, rahmat, dan keutamaan. Mencintai Madinah, menjaga adab selama berada di dalamnya, serta memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi adalah bagian dari keimanan. Semoga Allah ﷻ memberi kesempatan kepada kita untuk mengunjungi Madinah dan meraih keberkahannya dengan cara yang sesuai sunnah Rasulullah ﷺ.

